BAHAYA SEKULAR

SARANA DAN PRASARANA PEMUTARBALIKAN MAKNA DAN TUJUAN AGAMA

Kaum sekular mempunyai banyak cara dalam memutarbalikan makna serta tujuan agama yang dirasuk ke dalam jiwa kaum muslimin, antara lain :

1. MEMBUJUK PARA TOKOH YANG BERJIWA LEMAH DAN LABIL IMANNYA

Berbagai bujukan duniawi dijajakan, baik berupa harta, pangkat atau wanita cantik, kalau saja mau menyuarakan program dan propaganda kaum sekuler. Namun sebelum diberi peluang emas, mereka terlebih dahulu diorbitkan ke masyarakat melalui segala bentuk mass media yang dikelola oleh kaum sekuler itu sebagai ulama, cendekiawan dan intelektual yang berpengetahuan serta berwawasan luas, dengan harapan pernyataan-pernyataannya mudah diterima oleh sebagian besar kaum muslimin. Dengan demikian mereka berhasil memperdayai banyak orang Islam dan sekaligus memutarbalikan nas-nas ajaran agama, baik dari makna maupun maksud yang sebenarnya.

2. BEA SISWA PENDIDIKAN

Memberi kesempatan kepada orang-orang tertentu untuk melanjutkan studi di negara Barat dibawah asuhan kaum sekuler di sana yang kemudian dianugerahkannya berbagai gelar ilmiah yang mentereng seperti “DOKTOR” dan lain sebagainya. Mereka diprogram untuk menjadi pengajar atau dosen pada universitas-universitas di negerinya kelak, dengan harapan memiliki kemampuan melencengkan agama, memutarbalikan makna dan tujuannya dalam jiwa para intelektual muslim dengan seluas-luasnya.

Sulit kita bayangkan betapa besar kerusakan yang akan timbul apabila kelas para alumnus Perguruan Tinggi atau universitas tersebut memegang kendali serta tampuk pimpinan dalam pemerintahan mengingat eksistesni atau keberadaan kaum sekular dan antek-anteknya yang setiap saat mencetak kader diberbagai Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh persada tanah air kita.

3. MENCABIK KESATUAN SERTA SISTEM AGAMA

Mereka rajin dan sangat produktif dalam melemparkan permasalahan furu’ baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian sibuklah umat mengurus masalah-masalah remeh. Mengadakan berbagai polemik dan perdebatan dengan melibatkan para ulama dan para ilmuwan muslim, sehingga tersita waktu dan perhatian dari tugas-tugas pentingnya sebagai pembimbing umat.

4. MELECEHKAN PARA ULAMA DAN INTELEKTUAL MUSLIM

Dalam berbagai kesempatan diberbagai mass media, mereka berusaha memberikan image bagi ulama dan intelektual muslim sebagai orang yang sesat dan amoral, pemburu dunia, tahta dan wanita, agar masyarakat menjauhkan diri dan tidak mau mempercayai dakwahnya lagi. Dengan demikian terbukalah peluang luas bagi sekuler untuk meracuni pendapat umum tanpa saingan dan rintangan.

5. SENANG MEMPERMASALAHKAN KHILAFAH

Mereka banyak berbicara berbagai macam khilafah sampai pada permasalahan yang kecil dan detail. Maksudnya hanya untuk mempertajam dan memperbesar perselisihan di antara para ulama sehingga memberi kesan kepada awam, bahwa agama hanya berisi penuh dengan perselisihan yang tidak pernah mendapat titik temu di antara ulama agama. Dengan demikian akan lahir dengan sendirinya kesan dalam jiwa bahwa tidak ada yang dapat diyakini serta yang positif dalam agama. Kalau tidak demikian tentu tidak terdapat perselisihan di dalamnya.

Orang-orang sekuler banyak yang memojokkan agama dengan masalah-masalah serupa itu agar menimbulkan kesan buruk sehingga kaum muslimin sendiri meragukan agamanya.

6. MENDIRIKAN BERBAGAI UNIVERSITAS DAN LEMBAGA KEBUDAYAAN ASING

Pada hakikatnya semua lembaga tersebut di atas tunduk atau di bawah pengawasan negara-negara sekuler Barat yang menseponsori pendiriannya dengan semangat keras hendak melemahkan hubungan kaum muslimin dengan agamanya. Dalam waktu yang bersamaan ia juga berusaha menyebarluaskan pikiran-pikiran sekuler dalam skala yang seluas-luasnya, terutama dalam pelajaran ilmu sosial, filsafat, dan psikologi.

7. BERUSAHA MENGGUGURKAN KAIDAH AGAMA

Dalam banyak permasalahan, mereka berusaha mencari kemungkinan untuk dapat menggugurkan kaidah agama yang sudah sah dan mapan dengan menggunakan senjata kaidah dan ketetapan agama yang memungkinkan untuk dapat dipertahankan dengan gigih meskipun tidak ada tempatnya dan tanpa mengindahkan back ground maupun kronologis ketatapan itu. Dilihat dari penggunaan dalih yang sesat itu, nampak bahwa mereka hendak memasarkan semua atau setidak-tidaknya sebagian besar dari pemikiran sekuler.

Sebagai contoh, mereka menggunakan kaidah kepentingan yang berkesinambungan, mereka memahaminya tidak sesuai dengan hakikatnya dan diterapkan bukan pada tempatnya. Mereka menjadikannya sebagai dalil dalam menolak syariat Islam yang tidak berkenan dalam hati mereka serta mengkukuhkannya apa yang mereka kehendaki yang berdaya guna sebagai penguat dan pengukuh sendi-sendi sekularisme di negeri kaum muslimin.

Begitu pula dengan kaidah-kaidah :

a.        ****

Diantara kedua mudarat dan dua kerusakan, memilih yang paling ringan bahayanya.

b.        ****

Dalam keadaan darurat dibenarkan kepada orang melakukan pelanggaran-pelanggaran.

c.        ****

Menghindari kerusakan lebih diutamakan daripada mendapatkan keuntungan.

d.       ****

“Islam relavan dengan semua zaman (dan keadaan).”

e.        ***

Perubahan fatwa dibenarkan tergantung pada perubahan keadaan.

Mereka menggunakan kaidah-kaidah agama seperti tersebut di atas untuk melarutkan Islam ke dalam berbagai mazhab dan agama lain serta meluluhkan jiwa kaum muslimin sesuai dengan hasrat hatinya.

Mereka juga mengutip kaidah-kaidah itu untuk dijadikan landasan dalam mencangkok semua sistem ekonomi dan politik yang kini sudah menjamur hampir ke seluruh negeri kaum muslimin, tanpa disadari hakikatnya oleh sebagian besar umat Islam.

Menurut pendapat kami, ulah mereka itu merupakan perbuatan yang sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan penyesatan terhadap kaidah agama yang sudah dipahami masyarakat luas. Guna menjelaskan latar belakang makar mereka serta mengungkapkan perbuatan jahat secara jelas dan rinci, diperlukan uraian yang luas dan menyeluruh dengan harapan agar kesalahpahaman yang timbul dapat segera dilenyapkan.

Dalma hal ini, kami ingin meyakinkan para pembaca yang budiman bahwa upaya mereka didalam menggunakan kaidah-kaidah agama Islam bukan didasari keyakinan mereka pada agama. Mereka juga tidak yakin dengan keparipurnaan agama yang memunculkan kaidah-kaidah tersebut, akan tetapi mereka hanya menggunakan sebagai alat untuk merealisasikan tujuan mereka yang sesat dan menyesatkan iu.

One thought on “BAHAYA SEKULAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s