PERAWATAN TANAMAN SAWIT

Perawatan tanaman sawit meliputi perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM) – 0, tanaman menghasilkan (TBM) 1 – 3 dan tanaman menghasilkan TM. Perawatan pada TBM – 0 yaitu tanaman dari mulai transplanting kelahan sampai berumur satu tahun meliputi :

  1. konsolidasi pohon
  2. rawat piringan, gawangan, pasar pikul (baik dilakukan secara manual maupun chemist)
  3. pemupukan tanaman baru (sesuai dengan rekomendasi pemupukan)
  4. pengendalian dan proteksi HPT
  5. sensus pohon – peta detail blok

Perawatan TBM 1 – 3 atau perawatan tanaman setelah tanaman berumur 1 – 3 tahun meliputi :

  1. rawat piringan, gawangan dan jalan pikul (orang medan menyebutnya pasar pikul)
  2. basmi dan kontrol lalang
  3. pemupukan tanaman blum menghasilkan (sesuai dengan rekomendasi pemupukan)
  4. pengedalian dan proteksi HPT
  5. sensus dan konsolidasi pohon
  6. penyisipan tanaman (sampai dengan TBM – 3)
  7. kastrasi dan sanitasi (pemanenan buah pasir dan buah busuk yang belum layak panen)
  8. persiapan panen (membuat titi panen dan tempat pemungutan hasil/TPH)

Perawatan pada tanaman menghasilkan TM hampir sama dengan TBM – 3, yaitu :

  1. rawat piringan, gawangan, pasar pikul dan TPH
  2. pengendalian lalang (spot atau wiping)
  3. pemupukan (sesuai rekomendasi dari pengambilan contoh daun)
  4. tunas umum (pruning/pangkas pelepah)
  5. pengedalian HPT
  6. sensus pohon (dilakukan satu kali dalam satu tahun)

PENGENDALIAN GULMA

Gulma adalah semua jenis tumbuhan yang pertumbuhan dan perkembangannya tidak dikehendaki dalam pengelolaan perkebunan. Sasaran pokok pengendalian gulma adalah menciptakan lingkungan tumbuh tanaman utama yang optimal agar pekerjaan pemeliharaan lainnya dapat dengan mudah dilakaukan (pemupukan, pengendalian HPT, panen) sehingga diperoleh tingkat produksi yang optimal. Pengendalian gulma sendiri ada yang secara chemist maupun manual, secara chemist adalah serangkaian kegiatan pengendalian gulma pengganggu tanaman utaman dengan menggunakanherbisida (bahan kimia). Pengedalian secara menual yaitu kegiatan pengedalian gulma dengan mendongkel atau menggaruk. Jenis material chemist yang digunakan adalah : herbisida, pre emergence herbicide, post emergence herbicide.

Herbisida sendiri dibedakan menjadi herbisida kontak dan sistemik. Herbisida kontak yang mempunyai daya mematikan setiap bagian tumbuhan yang terkena langsung (kontak). Bahan ini langsung merusak sel / jaringan tumbuhan yang masih hidup dan hampir tidak dialirkan (ditransformasikan) ke seluruh jaringan tanaman. Herbisida ini ampuh merusak bagian tumbuhan terutama yang mempunyai butir hijau daun. Setelah bagian tumbuhan disemprotkan akan terlihat kerusakan jaringan (necrosis). Herbisida ini akan efektif jika digunakan terhadap tumbuhan semusim. Contoh : Paracol, Gramoxon. Herbisida sistemik yaitu herbisida yang mempunyai sifat peracunan secara sistemik atau herbisida ini mempunyai daya rusak setelah diserap dan diedarkan ke seluruh bagian jaringan tumbuhan. Bahan aktif yang disemprotkan melalui daun akan masuk ke dalam jaringan tanaman melalui mulut daun dan ditranskolasikan ke seluruh jaringan tumbuhan. Contoh : Round up, Biosat

PEMBERANTASAN GULMA PADA TANAMAN SAWIT

Alat semprot yang umum dipakai adalan jenis knapsack sprayer dengan nozzle polyjet berwarna merah. Untuk menjamin agar semua tempat piringan tersemprot rata dengan herbisida, maka tekanan diatur konstan dengan kecepatan jalan orang menyemprot 2 Km/jam (15 detik/piringan). Pengendalian gulma yang terlalu sering secara kimiawi mengakibatkan terjadinya suksesi atau perubahan populasi gulma yang dominan. Hal ini sekarang nampak jelas dikebun-kebun misalnya hanya dijumpai dua atau tiga jenis gulma tertentu yang menguasai ruang lingkupnya.

TEKNIK PELAKSANAAN

Penyiapan Larutan Semprotan

Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah :

  • Pahamilah herbisida tersebut sebelum digunakan. Baca label/ petunjuk pada wadahnya.
  • Lakukan supervisi dan pastikan bahwa dosis yang digunakan sudah betul.
  • Gunakan alat ukur, untuk menakar konsentrasi.
  • Hindari kontaminasi dengan sumber air.
  • Gunakan saringan halus dari baja.
  • Pencampuran dalam jumlah besar dan pembagian dalam penampung plastik dapat memperkecil kesalahan pencampuran dan pencurian herbisida konsentrasi.
  • Pastikan larutan tercampur merata sebelum dibagikan, terutama herbisida formulasi tepung.

Determinasi Jumlah Herbisida Yang Digunakan Dalam Penyiapan Larutan Semprotan

Kegiatan yang perlu dilakukan antara lain :

  • KALIBRASI
  • Mendapatkan dosis sesuai rekomendasi
  • Mencari volume larutan per satuan luas (ltr/Ha)
  • Menentukan konsentrasi herbisida (ml/Ltr campuran)
  • Contoh :
  • Dosis Glyphosate yang direkomendasikan untuk gulma alang – alang adalah 6 ltr/ha.
  • Volume semprotan per ha = 600 ltr.
  • Hitung berapa banyak Glyphosate harus dilarutkan dalam alat semprot Solo lokal (kapasitas 15 Itr.)?

Waktu Penyemprotan Herbisida

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan waktu penyemprotan adalan :

  1. Sesungguhnya rotasi semprotan diatur menurut kebutuhan untuk penekanan gulma.
  2. Agar penyemprotan efektif sebaiknya penyemprotan dilaksanakan pada keadaan stadia pertumbuhan awal (Early growth).
  3. Sebaiknya penyemprotan dilakukan sewaktu cuaca terang (hari panas).
  4. Bila hujan turun dipagi hari penyemprotan dapat dilakukan 1 jam kemudian setelah hujan reda (berhenti
  5. Bila hujan turun kurang dari 6 jam setelah penyemprotan, biasanya penyemprotan diulangi kembali secara selektif.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s