Penyakit – penyakit yang sering menyerang tanaman kelapa sawit

Tanaman kelapa sawit tidak lepas dari Hama penyakit tumbuhan (HPT). Jenis-jenis penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit, yaitu :

  1. Penyakit tajuk (Crown disease)
  2. Penyakit busuk pupus (Spear rot disease)
  3. Penyakit busuk tandan (Bunch rot)
  4. Penyakit busuk pangkal batang (Ganoderma sp)

PENYAKIT TAJUK (Crown disease)

Penyakit tajuk umumnya dijumpai pada tanaman muda berumur 1-4 tahun di lapangan. Penyakit bersifat genetis dan akan sembuh dengan sendirinya. Penyebab penyakit belum diketahui secara pasti. Penyakit akan menyebabkan terlambatnya tanaman memasuki periode generatif selama beberapa bulan.

Gejala serangan :

  1. Munculnya pelepah daun yang tidak membuka sempurna dan bengkok pada pertengahannya dimana anak-anak daun terputus-putus
  2. Pada bagian yang bengkok sering pelepah membusuk disebabkan oleh jamur sekunder seperti Fusarium sp., Phytophthora sp

Usaha untuk menekan serangan penyakit :

  1. Bibit yang terkena penyakit tidak perlu dibawa ke lapangan dan dimusnahkan.
  2. Pemangkasan pelepah sakit untuk mengurangi serangan penyakit.

PENYAKIT BUSUK PUPUS (Spear rot disease)

Penyakit ditemukan menyerang tanaman muda menghasilkan berumur lebih dari lima tahun. Penyebab penyakit belum diketahui dengan pasti, tetapi dari jaringan sakit yang diisolasi ditemukan : jamur Marasmius sp, Penicilium sp, Curvularia sp, Thielaviopsis serta bakteri Erwinia sp.

Gejala serangan :

  1. Gejala awal terlihat jelas pada daun pupus yang menjadi layu, kering dan berwarna coklat abu-abu, kemudian patah pada pangkalnya
  2. Pupus yang telah membusuk mudah dicabut, selanjutnya penyakit menyerang titik tumbuh
  3. Gejala lebih lanjut pada tanaman terserang berat, titik tumbuh rusak sama sekali jika batang dibor akan mengeluarkan banyak cairan berwarna kuning dan berbau busuk. Pada keadaan lanjut sebagian besar daun menjadi kering dan disusul matinya tanaman

Usaha untuk menekan serangan penyakit :

  1. Membuang semua jaringan busuk dan membakarnya.
  2. Penuangan fungisida dan antibiotik yaitu 1 gr Benlate + 1 gr streptomycin dalam 1 liter air, dilakukan dengan interval 1 bulan.

PENYAKIT BUSUK TANDAN (Bunch rot)

Penyakit disebabkan oleh cendawan Marasmius palmivorus Sharples, suatu cendawan saprovit yang umum hidup pada bermacam-macam bahan mati/sisa makanan. Namun apabila terdapat bakal makanan yang cukup banyak cendawan mampu mengadakan infeksi pada jaringan hidup, dan dapat berubah menjadi parasit.

Gejala Serangan :

Benang-benang jamur yang berwarna putih mengkilat meluas di permukaan tandan buah. Pada tingkat selanjutnya miselium yang berada dipermukaan buah mengadakan penetrasi kedalam daging buah (mesocarp) yang menyebabkan busuk basah. Pembusukan ini sangat meningkatkan kadar asam lemak

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyakit :

  1. Kelembapan dan faktor lingkungan tanaman.
  2. Jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan daun-daun menjadi tegak sehingga kelembapan diantara pelepah daun menjadi lebih tinggi.
  3. Bunga jantan yang dibiarkan membusuk dan TBS yang tidak dipanen akan menjadi makanan cendawan Marasmius palmivorus.

Usaha untuk menekan serangan penyakit :

1. Secara kultur teknis :

  • Menanam dengan jarak tanam yang sesuai dengan kelas lahan.
  • Membuang semua bunga dan TBS yang busuk.
  • Melakukan penunasan cabang daun (pruning) sebelum dan sesudah panen secara teratur di sekitar pangkal batang.
  • Melakukan kastrasi.

2. Secara kimiawi :

Penyemprotan fungisida dengan Antimucium WBR (ferril merkuri asetat) ditambah dengan perata Actidone (Siklo Heximide) dan Difolatan (Kaptatol) 0,7 liter/ha dengan volume semprot 150 liter/ha dengan interval 2 minggu.

PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (Ganoderma sp)

Penyakit busuk pangkal batang yang menyerang tanaman kepala sawit disebabkan oleh jamur dari jenis Ganoderma sp.

Gejala Serangan :

  1. Daun tombak lebih dari satu.
  2. Kelayuan menyeluruh seperti kurang air dan hara.
  3. Nekrosis daun tua dimulai dari pelepah terbawah.
  4. Daun tua yang mengering sengkleh
  5. Terbentuk buah cendawan dari pangkal batang.
  6. Pada tanaman muda daun menguning, mengering dengan cepat dimulai dari daun pada pelepah terbawah dan akhirnya tanaman mati.
  7. Tanaman akan mati dalam waktu 6 –12 bulan setelah timbul gejala

Usaha untuk menekan serangan penyakit :

  1. Membersihkan sumber infeksi sebelum penanaman, terutama pada areal bekas kebun kelapa atau kebun kelapa sawit.
  2. Tunggul-tunggul, sisa-sisa akar sekitar tunggul dibongkar, dikumpulkan untuk dibakar. Batang tua dipotong-potong, dikumpulkan, dirumpuk dan dibakar.
  3. Peracunan tanaman tua sebelum ditebang dapat mengurangi serangan Ganoderma pada generasi berikutnya.
  4. Menanam bibit yang akarnya belum menembus polybag atau jika terjadi pelukaan akar harus dioles dengan protektan (Colter)

Upaya mencegah penyebaran serangan penyakit dalam kebun :

1. Sensus pokok

Sensus dilakukan terhadap tanaman umur 4 tahun. Pokok-pokok yang terserang penyakit diberi tanda dan segera ditumbang.

2. Pembongkaran pokok.

Tanaman yang diberi tanda diracun dengan menggunakan Sodium arsenit atau Gramaxon ataupun jenis lainnya pada batang yang segar agar cepar bereaksi. Pokok ditumbang dengan membongkar bonggol batang bersama akarnya.

3. Pembedahan (surgery)

Pembedahan dilakukan terhadap tanaman sakit yang menunjukan gejala awal pada tanaman berumur 10 tahun. Pembedahan dilakukan dengan membuang bagian yang telah membusuk sampai dijumpai jaringan yang diperkirakan masih sehat. Arah pembedahan dimulai dengan petunjuk munculnya badan buah atau mengetok batang. Bagian dalam yang membusuk dibuang, termasuk bagian yang berwarna kuning.

PENYAKIT DI PEMBIBITAN

Jenis Hama Gejala Serangan Jenis Pestisida,Insektisida Konsentrasi( % ) CaraAplikasi
Penyakitdaun Anthracnose Daun bercak2 terang lalu coklat hitam mengering mulai dari ujung ; lembab. Dithane M45( bergantian )Benlate 0,150,2 Semprotkan ke daun, rotasi 10-15 hari sebulan
Penyakit daunLeaf Spot (bercak daun ) Daun bercak2 bundar ,mula2 kuning kemudian coklat & cekung dikelilingi hole hijau kekuningan,bercak tambah besar lalu bertemu satu dg lainnya. Dithane M45(bergantian )Benlate 0,15 – 0,2 Semprotkan ke daun, disemprot apabila ada serangan
Penyakit akar( blast ) Daun spt terbakar mulai dr ujung , akar membusuk, daun tua lbh cepat mati,daun muda memudar,jaringan akar yg sakit menguning & berair. Dithane M45(bergantian )Benlate 0,2 Siramkan pada tanah dalam polybag sapai jenuh
Collante Daun menyempit bag.tengah shg pucuknya saja yg membuka,bag.yg menyempit bersatu dg tulang daun menyerupai tangkai Volume penyiraman ditambah ,krn bibit kekurangan air.

Source : materi FAT PT. TAP 2008


About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s